Monday, 15 June 2015

Serba-Serbi KPR yang Harus Diketahui

Membeli rumah semakin mudah dengan adanya Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Melalui KPR, Anda dapat segera menempati rumah sendiri meski belum memiliki dana yang cukup. Akan tetapi, untuk mengajukan KPR kepada bank ada ketentuan dan proses yang harus dilalui. Agar pengajuan kredit diterima bank, simak serba-serbi yang harus diketahui tentang KPR di bawah ini.

KPR Memudahkan Pembelian Rumah
KPR adalah layanan peminjaman dari bank kepada nasabah untuk membeli rumah dengan cara kredit. Produk pembiayaan yang diberikan dapat mencapai 90% dari harga rumah. Jika membeli rumah lewat KPR, nasabah cukup membayar uang muka karena sisanya akan dilunasi bank. Sebagai gantinya, nasabah mencicil biaya pelunasan per bulan kepada bank dengan disertai bunga. Melalui KPR, artinya rumah yang dibeli menjadi jaminan pinjaman. Jika pinjaman tak bisa dilunasi, rumah tersebut akan disita bank.

Pahami Peraturan Pengajuan KPR
Menurut aturan Bank Indonesia, minimal uang muka KPR adalah 30% untuk rumah pertama dan 50% untuk rumah kedua. Membayar lebih besar dari DP yang ditetapkan akan mengurangi biaya angsuran per bulan. Cicilan KPR biasanya dihitung maksimal 1/3 atau 30% dari total penghasilan. Anda juga harus paham jika tidak semua pengajuan KPR akan diterima oleh bank. Saat pengajuan KPR, bank akan memeriksa riwayat kredit nasabah. Jika nasabah masih punya utang kartu kredit atau riwayat pembayaran hal lain yang buruk, permohonan KPR kemungkinan besar ditolak.

Cermat Membayar Cicilan
Cicilan KPR terdiri atas utang pokok dan bunga. Utang pokok artinya nominal uang yang belum dilunasi nasabah ketika membeli rumah. Sedangkan bunga adalah biaya jasa KPR yang ditentukan oleh bank tersebut atas persetujuan Bank Indonesia. Bunga KPR ada dua macam, yaitu fixed (tetap) dan floating (mengambang). Fixed artinya nasabah membayar bunga dengan nilai tetap selama periode yang telah disepakati. Sedangkan floating artinya nilai bunga berubah-ubah sesuai dengan ketetapan bank dan tergantung pada pasar suku bunga.

Sumber: http://www.cosmopolitan.co.id/article/read/5/2015/7477/serba-serbi-kpr-yang-harus-diketahui

Relative Clauses

Relative clauses are non-essential parts of a sentence. They may add meaning, but if they are removed, the sentence will still function grammatically. There are two broad types of relative clauses in English. It is important to distinguish between them because it affects the choice of pronoun used to introduce the clause. There is a more detailed page about preposition placement in relative clauses.

DEFINING CLAUSES

A defining or identifying clause tells us which specific person or thing we are talking about in a larger group of people or things. If a defining relative clause is removed, the meaning of the sentence changes significantly. A defining relative clauses is not separated from the rest of the sentence by commas or parentheses.

EXAMPLES

  • The woman who visited me in the hospital was very kind.
  • The umbrella that I bought last week is already broken.
  • The man who stole my backpack has been arrested.
  • The weather that we had this summer was beautiful.
NON DEFINING CLAUSES

A non-defining or non-essential clause gives us more information about the person or thing we are talking about. If a non-defining relative clause is removed from a sentence, we lose some detail, but the overall meaninf of the sentence remains the same. Non-defining relative clauses are always set off from the rest of the sentence with commas or parentheses.

EXAMPLES
  • The farmer, whose name was Fred, sold us 10 pounds of potatoes.
  • Elephants, which are the largest land mammals, live in herds of 10 or more adults.
  • The author, who graduated from the same university I did, gave a wonderful presentation.
  • My mother, who is 86, lives in Paris.
Sumber: http://www.edufind.com/english-grammar/relative-clauses/

Relative Clauses, Relative Clause Reduction and Subjunctive

Exercise 37: Relative Clauses

1. The last record which produced by this company became a gold record.
2. Checking accounts that require a minimum balance are very common now.
3. The professor whom you spoke yesterday is not here today.
4. John whose grades are the highest in the school has received a scholarship.
5. Felipe bought a camera which has three lenses.
6. Frank is the man who we are going to nominate for the office or treasurer.
7. The doctor is with a patient whose leg was broken in an accident.
8. Jane is the woman who is going to Chinaa next year.
9. Janet wants a typewriter that self-corrects.
10. The book which I found last week contains some useful information.
11. Mr. Bryant whose team has lost the game looks very sad.
12. James wrote an article which indicated that he disliked the president.
13. The director of the program who graduated from Harvard University is planning to retire next year.
14. This is the book that I have been looking for all year.
15. William whose brother is a lawyer wants to become a judge.

Exercise 38: Relative Clause Reduction

1. George is the man chosen to represent the committee at the convention.
2. All of the money accepted has already been released.
3. The papers on the table belong to Patricia.
4. The man brought to the police station confessed to the crime.
5. The girl drinking coffe is Mary Allen.
6. John's wife, a professor, has written several papers on this subject.
7. The man talking to the policeman is my uncle.
8. The book on the top shelf is the one that I need.
9. The number of students counted is quite high.
10. Leo Evans, a doctor, eats in this restaurant every day.

Exercise 39: Subjunctive

1. The teacher demanded the student to leave the room.
2. Correct
3. It was very important that we delayed discussion.
4. Correct
5. The king decreed the new laws to take effect the following months.
6. Correct
7. Correct
8. His father prefers him to attend a different university.
9. The faculty stipulated the rule to be abolished.
10. She urged us to find another alternative.


Thursday, 7 May 2015

Pilih Gunakan Uang Tunai atau Kartu Kredit?


Beragam penawaran menarik yang diberikan kartu kredit memang menggiurkan. Tapi jika tidak ingin terlilit masalah karena penggunaan kartu kredit yang tidak bijak, ada baiknya Anda memilah-milah antara penggunaan kartu kredit dan uang tunai.

Gunakan UANG TUNAI untuk membeli...

Makanan
Memang banyak kartu kredit yang menawarkan diskon untuk restoran tertentu. Tapi, untuk makanan lebih baik Anda membayarnya dengan uang tunai. Pasalnya, saat Anda tergiur dengan diskon-diskon tersebut bukan hanya tagihan kartu kredit yang akan semakin bertambah namun porsi makan yang dipesan pun akan lebih banyak daripada yang dibutuhkan.

Kebutuhan Sehari-hari
Belanja di supermarket atau ingin menambah koleksi pakaian Anda, sebaiknya hindari penggunaan kartu kredit. Walaupun diskon yang ditawarkan cukup besar, namun Anda jadi tergoda untuk membeli barang-barang yang tidak diperlukan.

Gunakan KARTU KREDIT untuk membeli...

Gadget
Sudah punya gadget yang diincar tapi uang Anda belum mencukupi? Nah inilah saatnya Anda memaksimalkan tawaran cicilan 0%. Dengan begitu, Anda bisa memiliki gadget yang diinginkan dalam waktu lebih cepat tanpa perlu merasakan krisis keuangan.

Tiket Konser atau Pesawat
Jika Anda berencana untuk liburan ataupun menonton konser, saatnya mengeluarkan kartu kredit Anda. Biasanya beberapa bank memiliki penawaran menarik untuk pembelian tiket-tiket tersebut lho, selain itu dengan membelinya jauh-jauh hari tentu harganya akan lebih murah.

Sumber:
http://www.cosmopolitan.co.id/article/read/4/2015/6912/pilih-gunakan-uang-tunai-atau-kartu-kredit












Passive Voice

Use of Passive

passive voice is used when the focus is on the action. it is not important or not known, however, who or what is performing the action.
Example: My bike was stolen.
In the example above, the focus is on fact that my bike was stolen. I do not know, however, who did it. Sometimes a statement in passive is more polite than active voice, as the following example shows: A mistake was made.
In this case, I focus on the fact that a mistake was made, but I do not blama anyone (e.g. You have made a mistake).

Form of Passive

S + finite form of to be + past participle (3rd column of irregular verbs)
Example: A letter was written.
When rewriting active sentences in passive voice, note the following:

  • the object of the active sentence becomes the subject of the passive sentence
  • the finite form of the verb is changed (to be + past participle)
  • the subject of the active sentence becomes the object of the passive sentence (or is dropped)
Sumber: 

htpps://www.ego4u.com/en/cram-up/grammar/passive

Enough, Because/Because Of, So/Such, Passive Voice, and Causative Verbs

Exercise 32: Enough

1. enough people
2. french enough
3. enough time
4. fast enough
5. soon enough
6. early enough
7. hard enough
8. slowly enough
9. enough flour
10. enough books

Exercise 33: Because/Because Of

1. because
2. because
3. because of
4. because
5. because of
6. because of
7. because of
8. because
9. because
10. because of

Exercise 34: So/Such

1. so
2. such
3. so
4. such
5. so
6. so
7. such
8. so
9. such
10. such
11. so
12. so
13. such
14. so
15. so

Exercise 35: Passive Voice

1. The President is called by somebody every day.
2. The other members are being called by John.
3. Mr. Watson will be called tonight by somebody.
4. Considerable damage has been caused by the fire.
5. The supplies should be bought for this class by the teacher.

Exercise 36: Causative Verbs

1. leave
2. repaired
3. to type
4. call
5. painted
6. write
7. lie
8. sent
9. to cut
10. to sign
11. leave
12. to wash
13, fixed
14. published
15. to find


Monday, 20 April 2015

Adjectives and Adverbs, Linking (Copulative) Verbs, and Comparisons

Exercise 26: Adjectives and Adverbs (Page 107)

1. well
2. intense
3. brightly
4. fluent
5. fluently
6. smooth
7. accurately
8. bitter
9. soon
10. fast

Exercise 27: Linking (Copulative) Verbs (Page 109)

1. teribble
2. well
3. good
4. calm
5. sick
6. quickly
7. diligently
8. vehemently
9. relaxed
10. noisy

Exercise 28: Comparisons (Page 114)

1. as soon
2. more important
3. as well
4. more expensive
5. as hot
6. more talented
7.more colorful
8. happier
9. worse
10. faster

Exercise 29: Comparisons (Page 104)

1. than
2. than
3. from
4. than
5. as
6. than
7. as
8. than
9. than
10.than

Exercise 30: Comparisons (Page 117-118)

1. best
2. happiest
3. faster
4. creamiest
5. more colorful
6. better
7. good
8. more awkwardly
9. least
10. prettiest
11. the best
12. from
13. less impressive
14. the sicker
15.  when
16. twice more than
17. few
18. much
19. farthest
20. more famous

Tiga Negara yang Memiliki Manajer perempuan Terbanyak

Isu kesetaraan jenis kelamin sudah sejak lama menjadi permasalahan yang selalu diperbincangkan dalam dunia kerja. Berdasarkan data statistik terbaru yang menunjukkan perbandingan jumlah posisi manajerial untuk jenis kelamin perempuan dan laki-laki, nyatanya tak banyak perubahan dalam hal itu.

Menurut peenelitian yang dilakukan oleh firma peneliti Amerika Serikat, Expert Market, data menunjukkan bahwa hanya ada tiga negara di dunia yang memiliki manajer perempuan lebih banyak daripada manajer laki-laki.

Data yang diambil dari International Labour Organization (ILO) menunjukkan bahwa Jamaika adalah negara dengan manajer perempuan terbanyak di dunia. Jumlah bagian untuk manajer perempuan di negara asal Bob Marley ini sebesar 59,3 persen. Selanjutnya, peringkat kedua dan ketiga masing-masing ditempati Kolombia dan Saint Lucia, dengan 53,1 persen dan 52,3 persen.

Uniknya, dari total 108 negara di dunia, jumlah manajer perempuan terbanyak berada di negara-negara Kepulauan Karibia, yang berada di kawasan Amerika Selatan.

Negara-negara maju di Benua Eropa, seperti Inggris, Jerman, Perancis, dan Spanyol, justru berada di urutan ke-40 bawah. Sementara itu, negara dengan rangking terendah atau sangat sedikit memiliki manajer perempuan rata-rata berada di Timur Tengah., seperti Pakistan dan Jordania, yang sebagaimana kita ketahui, peran perempuan sangat terbatas di negara-negara tersebut.

Sumber: http://female.kompas.com/read/2015/04/08/200000920/Inilah.Tiga.Negara.yang.Memiliki.Manajer.Perempuan.Terbanyak  



Saturday, 18 April 2015

What is a Degree of Comparison?

A degree of comparison is a way to compare a person or thing either to one other person or thing or to a group of people or things. There are three different forms of a degree of comparison. The positive form is the basic, simplest form; the comparative form is when two people or things are compared; and the superlative form is when three or more people or things are compared. Degrees of comparison are only used with adverbs and adjectives.

The positive form is the most basic degree of comparison. It is generally used when describing one person. An example of  this would be "John is thin". It describes a quality about John but is not comparing him to any person or group specifically. The positive form can also be used when comparing two or even three or more people or things.

The comparative form is used when two people otr things are compared, and it is a higher degree of comparison than the positive form. An example of this would be "John is thinner than Mark", with John and Mark as the two people being compared. In the comparative form, the adjective is often formed by adding -er to the end of it, as in "thinner". Another option would be to used the word more in front of the word, as in "John is more thin than Mark". Than is often used as a conjuction when using the comparative degree of comparison.

The final form of the degree of comparison is the superlative. This is generally used when comparing a person or thing to a group of people. "John is the thinnest boy in his class", would be an example of the superlative degree of comparison. The superlatiive is often formed by adding either -est to the end of the word or using the word most, as in "John is the most thin boy in his class". Another general rule when using the superlative form is that the article the often comes before the adjective.

There are also degree within the positive, comparative, and superlative forms. In the positive form, there is a degree of equality; for example, one could say "John is as thin as Mark". This sentence compares the two boys, but the comparison is equal. On the other hand, there is also a degree of inequality in the positive form. An example of this would be "Mark is not as thin as John", which also compares the two boys, but the comparison is not equal.

Different degree are also found in the comparative form. One of these is the parallel degree, which generally happens when there are two adjectives in the sentence, for example. As one changes, the other changes as well. The progressive degree is another degree found within the comparative form, and it shows a progression over time. For example, "As the weeks went by, John got thinner and thinner."

Sumber: www.wisegeek.com/what-is-a-degree-of-comparison.htm
  

Friday, 13 March 2015

The 4 Types of Conditional Sentences

Zero-Type Conditional

The form of the zero conditional causes no problems since the present tenses are used in both clauses, 

Zero-type conditionals
If clause
Main or conditional clause
If + Present tense
Present tense
If you heat water
it boils.
The zero conditional is normally used to talk about facts and to express general truths.

First-Type Conditional

The basic form for this type of conditional sentence can be seen in the chart below. As before, the order of the clauses can be changed with no change in meaning.

First-type conditionals
If clause
Main or conditional clause
If + Present tense
Future tense
If they don't arrive soon
If they are late
we'll leave without them.
I'm going to be angry.
You will note that on the if side of the sentence any present tense can be used, while in the main clause the speaker is free to choose any future that helps to express any additional meaning that the speaker wants to express.

If he's sleeping, he will not wake up until morning. (The present continuos in the first part of the sentence expresses the present temporary nature of the situation and the will in second part is making prediction about the future).

Alan is going to post me the recipe, if he finds it. (In the first clause I am expressing Alan's intention so going to is the best future to use, while the second clause contains  a simple present tense).

If he's staying at the party, I'm leaving. (In the first clause I am thinking about the possible current state of affairs, so I choose the present continuos, while in the second  I am reffering to the future plan that I have in mind should he decide to stay, so again I choose the present continuos).

If you have finished the essay, leave it on my desk. (By using the present perfent tense in the if clause I am stressing the completed nature of the action, while in the second clause I have used an imperative, which has a future meaning).

Second-Type Conditional

This type is often called the hypothetical or 'unreal' future conditional since it is usually used to speculate about either very unlikely future situations or present and future impossibilities.

Second-type conditionals
If clause
Main or conditional clause
If + Past tense
would + verb
If I had time
If I had wings
I would drop you off at school.
I would fly.
  
Third-Type Conditional

This type refers to hypotetical situations in the past. In this case we use the past perfect tenses in the if clause and would + have in the main clause, 

Third-type conditionals
If clause
Main or conditional clause
If + Past Perfect tense
would have + past participle
If I had known about his condition
If we had known about the storm
I would have phoned for you earlier.
we wouldn't have started our journey.

The main uses of the third conditional are for speculating about the past, expressing regrets, excusing our own actions and criticising others. 

https://www.tesol-direct.com/guide-to-english-grammar/conditional-sentences
 

Conditional Sentence

Exercise 21: Conditional Sentence (Page 97)       Exercise 22: Used To (Page 99)

1. were understood                                                  1. eating
2. would not have been                                           2. eat
3. can give                                                               3. swim
4. would have told                                                   4. like
5. would have been                                                  5. speaking
6. had                                                                       6. studying
7. could stop                                                            7. dance
8. needed help                                                          8. sleeping
9. would have found                                                9. eating
10. enjoyed                                                              10. eating
11. paint              
12. were                                                                    Exercise 23: Would Rather (101)
13. write
14. could have                                                           1. stay
15. were spending                                                     2. have stayed
16. will accept                                                           3. work
17. buy                                                                       4. study
18. had decided                                                          5. not study
19. would have written                                              6. have
20. leaks                                                                     7. have stood
21. had studied                                                           8. not cook
22. has hear                                                                9. had not arrived
23. see                                                                        10. have slept
24. gets
25. have turn                                                              Exerc.. 24: Must/ Should + Perfective (Pg. 105)
26, were
27. would have called                                                1. should have had
28. would have talked                                                2. must have been
29. explained                                                              3. must have damaged
30. spoked                                                                  4. must not have parked
                                                                                   5. must have studied
                                                                                   6. should have studied
                                                                                   7. must have been
                                                                                   8. should have deposited
                                                                                   9. must have forgotten
                                                                                   10. must not have studied

                                                                                   Exercise 25: Modals + Perfective (Page 105)

                                                                                   1. I would
                                                                                   2. would have gone
                                                                                   3. may have had
                                                                                   4. should have done
                                                                                   5. must have forgotten
                                                                                   6. may have slept
                                                                                   7. might have had
                                                                                   8. could have lost
                                                                                   9. should not have driven
                                                                                   10. may have run




Sunday, 12 October 2014

Proses Pengambilan Keputusan

Kelompok 1

4EA01


  • Arindasari
  • Elin Hartati
  • Lia Kurniawati
  • Ridha Raudah H
  • Rissa Rismayanti

Proses Pengambilan Keputusan


Proses pengambilan keputusan merupakan tahap-tahap yang harus dilalui atau digunakan untuk membuat keputusan. Secara garis besar pengambilan keputusan terdiri dari tiga tahap, yaitu :

  • Penemuan masalah

Masalah harus didefinisikan dengan jelas, sehingga perbedaan antara masalah dan bukan masalah (misalnya issu) menjadi jelas.

  • Pemecahan masalah

Pada tahap ini dimana masalah yang sudah ada atau sudah jelas itu kemudian diselesaikan. Langkah-langkah yang diambil adalah :
  1. Identifikasi alternatif-alternatif untuk memecahkan masalah.
  2. Identifikasi faktor-faktor yang tidak diketahui sebelumnya atau diluar jangkauan manusia, identifikasi peristiwa-peristiwa dimasa datang (state of nature)
  3. Pembuatan alat (sarana) untuk mengevaluasi atau mengukur hasil, biasanya berbentuk tabel hasil (pay off table).
  4. Pemilihan dan pengguanaan model pengambilan keputusan.

  • Pengambilan keputusan

Pengambilan keputusan ini berdasarkan keadaan lingkungan atau kondisi yang ada, yaitu pasti, tidak pasti, resiko, dan konflik.


Menurut Herbert A. Simon, proses pengambilan keputusan dibagi menjadi 3 fase, yaitu:
  • Fase Intelegensia

Fase ini merupakan fase penelusuran informasi untuk keadaan yang memungkinkan dalam rangka pengambilan keputusan. Data dan informasi diperoleh, diproses, dan diuji untuk mencari bukti-bukti yang dapat di identifikasi.
  • Fase Desain

Fase ini merupakan fase pencarian atau penemuan, pengembangan serta analisis kemungkinan suatu tindakan. Pada fase ini kegiatan yang dilakukan adalah perancangan dalam pengambilan keputusan. Fase ini terdiri dari :
Identifikasi masalah
Formulasi masalah
  • Fase Pemilihan

Fase ini merupakan fase seleksi alternatif atau tindakan yang dilakukan dari alternatif-alternatif tersebut. Alternatif yang dipilih kemudian diputuskan. Hasil keputusan kemudian di implementasikan dalam proses pengambilan keputusan.

Menurut Ricahard I. Levin, dkk., proses pengambilan keputusan terdiri atas 6 tahap, yaitu :
  • Observasi

Observasi merupakan aktivitas kunjungan lapangan, konferensi, observasi, dan riset yang dapat menjadi informasi dan data penunjang.
Analisis dan Pengenalan Masalah
Tahap ini merupakan aktivitas penentuan penggunaan, penentuan tujuan, dan penentuan batasan-batasan yang dapat menjadi pedoman atau petunjuk yang jelas untuk mencari pemecahan yang dibutuhkan.
  • Pengembangan Model

Pengembangan model merupakan aktivitas peralatan pengambilan keputusan antar hubungan model matematik, riset yang dapat menjadi model yang berfungsi dibawah batasan lingkungan yang telah ditetapkan.
  • Memilih Data Masukan yang Sesuai

Dalam tahap ini merupakan data internal dan eksternal, kenyataan, pendapat, serta data bank komputer yang dapat menjadi input yang memadai untuk mengerjakan dan mengetes model yang digunakan.
Perumusan dan Pengetesan yang dapat dipertanggung jawabkan.
Dalam tahap ini berupa pengetesan, batasan, dan pembuktian yang dapat menjadi pemecahan yang membantu pencapaian tujuan.
  • Penerapan Pemecahan

Dalam penerapan pemecahan yang dimaksud berupa pembahasan perilaku, pelontaran ide, melibatkan manajemen serta penjelasan yang dapat menjadi pemahaman manajemen untuk menunjang model operasi dalam jangka yang lebih panjang.

Menurut Sir Francis Bacon, proses pengambilan keputusan terdiri dari 6 tahap, yaitu:
  • Merumuskan atau mengidentgifikasi masalah
  • Pengumpulan informasi
  • Mencari alternatif tindakan
  • Analisis alternatif
  • Memilih alternatif terbaik
  • Melaksanakan keputusan dan evaluasi hasil


Contoh kasus :
Keputusan yang diambil dalam kasus pemilihan lampu LED sebagai salah 1 alternatif dalam menciptakan keindahan kota serta mengurangi  krisis listrik yang terjadi di indonesia. Dalam pengambilan keputusan, lampu led dipilih sebagai lampu penerangan jalan untuk mengurang pemakaian listrik di indonesia memerlukan pendekatan dan pengambilan keputusan yang berbeda-beda. Pengambilan keputusan merupakan ilmu karena aktivitas tersebut memiliki sejumlah cara, metode atau pendekatan tertentu yang bersifat sistematis, teratur dan terarah. Pendekatan atau langkah-langkah pengambilan keputusan dikatakan sistematis apabila setiap tahapan atau langkah yang akan diambil dapat dilihat dengan jelas dalam menjawab suatu masalah. Ilmu pengambilan keputusan didasarkan atas penerapan gaya pemikiran yang dianut oleh seseorang dan persepsinya atas lingkungan dan masalah. Ketidakpastian dan peluang terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan mendorong kita untuk mencari, mengumpulkan dan mengolah informasi menjadi data yang dapat dipakai sebagai panduan dalam menentukan keputusan. Dengan demikian informasi merupakan kata kunci yang mendorong manusia, manajer dalam melakukan tindakan dan menetapkan keputusan guna mencapai tujuan. Informasi menjadi bahan baku yang harus diolah lebih lanjut melalui serangkaian teknik, metode, alat ukur. Hasil pengolahan tersebut dipakai sebagai masukan bagi pengambilan keputusan.
Di indonesia para kepala daerah tidak terlalu memikirkan hal kecil, namun hal kecil tersebut yang akan menimbulkan masaah baru yang lebih besar. Di indonesia krisis listrik sering terjadi tak hayal pemerintah berutang ke luar nergi atau menghabiskan pengeluaran negara untuk subsidi listrik. Lampu salah satu penyebab pemborosan listrik sehingga PT PLN membuat program “ pembagian lampu LED kepada masyarakat” dan  serta beberapa kali program pematian lampu secara bergilir. Semua program yang dilakukan PT PLN semeta meta hanya untuk mengurangi pemakaian dan penghematan lisrik oleh masyarakat.

Berdasarkan pada contoh kasus diatas dapat dijabarkan sbb:
  • Penemuan Masalah : Pemborosan listrik terutama pada penggunaan lampu
  • Pemecahan Masalah : Memilih lampu yang hemat listrik, membuat program agar masyarakat bisa hemat dalam penggunaan listrik.
  • Pengambilan Keputusan : pembagian lampu LED kepada masyarakat atau beberapa kali program pematian lampu secara bergilir



Contoh Kasus 2
Proses pengambilan keputusan kenaikan harga BBM oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Jika berbicara tentang BBM (bahan bakar minyak) yang mempengaruhi hajat hidup manusia banyak, tentunya proses pengambilan keputusan yang DPR lakukan akan sangat alot prosesnya,  pengambilan keputusan harus melalui sidang paripurna dikarenakan pada rapat sebelumnya dengan badan anggaran (Banggar) tidak menemukan titik temu, ada beberapa alternatif yang mungkin di ambil oleh pihak yang pro maupun yang kontra antara lain kenaikan harga BBM karena subsidinya di kurangi atau kebijakan ekonomi dalam negeri atau fiskal.
Apapun keputusan yang akan di ambil DPR seharusnya mewakili kepentingan orang-orang yang akan terlibat atau terpengaruhi, jangan sampai keputusan yang di buat itu hanya mewakili kepentingan pribadi atau strategi organisasi tertentu.


Berdasarkan contoh kasus kedua dapat dijabarkan sbb:
  • Penemuan masalah : Langkanya BBM dan Anggaran subsidi BBM yang terlalu besar
  • Pemecahan masalah :
  1. Sidang paripurna.
  2. Mencoba untuk menaikan BBM untuk melihat reaksi masyarakat
  3. Setelah mencoba menaikan dan hasilnya membaik kemudian pemerintah memikirkan tahap selanjutnya. Apakah akan menaikan lagi atau mengurangi pasokan BBM bersubsidi
  • Pengambilan keputusan :Pemerintah tidak akan mengurangi pasokan BBM karena BBM sangat dibutuhkan dan menyangkut hayat orang banyak sehingga pemerintah akan menaikkan harga BBM untuk mengurangi anggaran subsidi BBM.

Sunday, 8 June 2014

Dampak Mengkonsumsi Sayuran Organik

Sayuran organik adalah sayuran yang diproses secara organik. Sistem organik adalah suatu sistem pertanian yang cara budidayanya tanpa menggunakan pestisida ataupun pupuk buatan. Standar sayuran yang disebut sebagai sayuran organik, yaitu jika 95%-100% diproduksi tanpa insektisida, antibiotik, herbisida, pupuk kima, hormon pertumbuhan, dan sebagainya.

Manfaat terbesar dari sayuran organik adalah sayuran organik mempunyai nilai gizi yang tinggi dan sayuran organik lebih ramah lingkungan. Seperti yang diketahui, segala sesuatu yang alami akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi tubuh. Salah satunya adalah tidak membahayakan tubuh manusia karena tidak adanya zat kimia.

Menurut para akademis, sayuran organik dapat  memberikan dampak bagi tubuh diantaranya adalah:

a.       Mampu menurunkan berat badan

b.      Membuat tubuh lebih sehat

c.       Membuat panjang umur

d.      Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

e.       Melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat merusak sel

f.       Memiliki pengaruh yang baik untuk program melawan kanker payudara

g.      Memperbaiki kesehatan secara umum

h.      Efektif mendorong pembakaran lemak pada tubuh

Makanan organik (red: sayuran organik dan buah-buahan organik) mengandung fenolat, tanin, flavanon, karotenoid, dan resveratol yang berfungsi sebagai pembakar lemak dan dikatakan membantu mencegah kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Sebuah studi membuktikan, bahwa makanan organik mengandung 12% metabolit dan 6% vitamin C lebih tinggi. Selain bermanfaat bagi kesehatan, sayuran dan buah organik juga ramah terhadap lingkungan dan dapat membantu kelangsungan hidup binatang.

Kerangka Karangan


Tema: Sayuran Organik

Judul: Manfaat Mengkonsumsi Sayuran Organik

1.      Pengertian

1.1.Pengertian Organik

1.2.Pengertian Sayuran Organik

2.      Manfaat Mengkonsumsi Sayuran Organik

2.1 Lebih Enak, Segar, dan Tidak Cepat Busuk

2.2 Lebih Bergizi dan Sehat

2.3 Tidak Mengandung Zat Kimia yang Berbahaya Bagi Tubuh Manusia

2.4  Menjaga Kelestarian Lingkungan

3.      Alasan Mengkonsumsi Sayuran Organik

3.1 Sayuran Organik Tidak Menggunakan Pupuk Buatan atau Kimia

3.2 Sayuran Organik Tidak Menggunakan Pestisida Buatan atau Kimia

4.      Dampak Mengkonsumsi Sayuran Organik

4.1 Menurunkan Berat Badan

4.2 Membuat Tubuh Lebih Sehat

4.3 Panjang Umur

4.4 Memperbaiki Kesehatan

4.5 Mendorong Pembakaran Lemak pada Tubuh
Sumber artikel: healthylifefarm.webs.com

Kerangka Karangan


Tema: Sayuran Organik

Judul: Manfaat Mengkonsumsi Sayuran Organik

1.      Pengertian

1.1.Pengertian Organik

1.2.Pengertian Sayuran Organik

2.      Manfaat Mengkonsumsi Sayuran Organik

2.1 Lebih Enak, Segar, dan Tidak Cepat Busuk

2.2 Lebih Bergizi dan Sehat

2.3 Tidak Mengandung Zat Kimia yang Berbahaya Bagi Tubuh Manusia

2.4  Menjaga Kelestarian Lingkungan

3.      Alasan Mengkonsumsi Sayuran Organik

3.1 Sayuran Organik Tidak Menggunakan Pupuk Buatan atau Kimia

3.2 Sayuran Organik Tidak Menggunakan Pestisida Buatan atau Kimia

4.      Dampak Mengkonsumsi Sayuran Organik

4.1 Menurunkan Berat Badan

4.2 Membuat Tubuh Lebih Sehat

4.3 Panjang Umur

4.4 Memperbaiki Kesehatan

4.5 Mendorong Pembakaran Lemak pada Tubuh
Sumber artikel: healthylifefarm.webs.com

Petro Poroshenko, Miliuner yang Jadi Presiden

foto:reuters
Jakarta - Presiden baru Ukraina Petro Poroshenko telah diambil sumpahnya di hadapan parlemen Ukraina pada Sabtu (7/6/2014) kemarin. Poroshenko memenangkan suara mayoritas dengan perolehan 54,7% suara dalam pemilu tanggal 25 Mei lalu.

Seperti dikutip dari AFP, Minggu (8/6/2014), selain sebagai orang nomor satu di Ukraina, Petro juga seorang miliuner. Pria berusia 48 tahun ini merupakan salah satu 10 orang terkaya di negerinya, dengan kekayaan ditaksir US$ 1,6 miliar atau 1,2 miliar Euro atau sekitar Rp 16 triliun berdasarkan majalah Forbes.

Pengusaha cokelat Baron ini memulai usahanya dari bisnis penjualan biji kakao (cokelat), kemudian juga masuk ke bisnis permen dengan merek Roshen, sebagai produsen permen raksasa di Eropa Timur dengan produksi 450.000 ton permen per tahun.
Petro juga memiliki usaha pembuatan mobil dan bus, galangan kapal, jaringan TV. Pria yang lahir di kota kecil barat daya Bolgrad ini sempat menimba ilmu ekonomi di Kiev State University.

Kiprahnya di dunia politik dimulai pada tahun 1998 sebagai anggota parlemen pendukung setia Presiden Leonid Kuchma. Ia juga salah satu pendiri partai. Petro juga sempat ditunjuk sebagai menteri ekonomi di 2012.
Sumber:http://m.detik.com/finance/read/2014/06/08/124645/2602308/4/petro-poroshenko-miliuner-yang-jadi-presiden

Pelumas Pertamina Semakin Dikagumi Konsumen Indonesia


Jakarta - Konsistensi dalam menjaga kepuasan konsumen baik dari segi layanan maupun kualitas produk serta terus tumbuhnya pangsa pasar pelumas Pertamina telah membuahkan pengakuan bagi PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan produsen pelumas yang paling dikagumi dengan predikat Excellence di Indonesia. Ini merupakan keempat kalinya Pertamina meraih penghargaan serupa, berturut-turut sejak tahun 2011.

Melalui anak perusahaannya PT Pertamina Lubricants, Pertamina, kini menguasai sekitar 62% pangsa pasar pelumas domestik dan menjadi satu-satunya perusahaan di dunia yang berhasil mengamankan pangsa pasar dominan di pasar domestik yang sudah tidak lagi monopoli sejak 2001. Tidak puas dengan hanya menjadi raja di negeri sendiri, Pertamina pun merambah pasar internasional. Sekitar 25% dari produk pelumas Pertamina kini telah menyapa konsumen di 23 negara di lima benua.
”Penghargaan Indonesia’s Most Admired Companies yang diperoleh Pertamina untuk kategori pelumas ini membuktikan bahwa produk pelumas Pertamina semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Ini tentu saja menjadi semangat baru bagi Pertamina untuk lebih memacu kinerja tidak hanya di pasar domestik tetapi juga pasar global,” kata Direktur Operasi PTPertamina Lubricants Andria Nusa di sela-sela penganugerahan Indonesia’s Most Admired Companies dalam ajang Corporate Image Award 2014 di Jakarta, Selasa (3/6).

Setidaknya terdapat empat pilar yang menunjang pertumbuhan bisnis pelumas Pertamina, yaitu komitmen tinggi dalam menjaga kualitas produk seiring dengan tuntutan konsumen, perbaikan terus menerus terhadap pelayanan kepada konsumen, efisiensi biaya untuk meningkatkan daya saing melalui manajemen rantai distribusi yang excellence, dan keamanan pasokan. “Dengan keempat pilar tersebut dan dukungan masyarakat konsumen, kami yakin Pertamina Lubricants akan dapat mencapai target masuk ke dalam jajaran 20 perusahaan pelumas terbesar dunia pada 2015.”

Corporate Image Award 2014 merupakan hasil kerjasama Frontier Consulting Group dan TEMPO. Penentuan perusahaan pemenang di setiap kategori industri berdasarkan survey terhadap 2.735 responden. Ada empat kelompok responden yaitu manajemen/pelaku bisnis, stock holder/ investor, jurnalis dan masyarakat umum.
Periode survey dilaksanakan selama bulan Maret hingga April 2014. Ada empat aspek penilaian survey yaitu:quality, performance, responsibility danattractiveness. Aspek quality meliputi kualitas produk/jasa, orientasi pelanggan, inovasi dan tingkat kepercayaan pelanggan. Aspekperformance meliputi pertumbuhan perusahaan dan kinerja manajemen.

Sementara itu, tanggung jawab lingkungan dan sosial masuk ke dalam aspek responsibility. Sedangkan aspekattractiveness mencakup kualitas pegawai dan posisi perusahaan sebagai tempat bekerja yang dianggap ideal. Corporate Image Index (CII) diperoleh dari skor rata-rata keempat aspek tersebut.

Sumber: http://m.detik.com/news/read/2014/06/07/085808/2601954/727/pelumas-pertamina-semakin-dikagumi-konsumen-indonesia