Thursday, 8 March 2012

DIRECT AND INDIRECT SPEECH


Nama: Rissa Rismayanti
Kelas: 1EA06
NPM: 16211282

 Direct speech adalah kata-kata yang langsung keluar dari si pembicara kepada seseorang dalam percakapan biasa, pertanyaan, atau perintah. Kata-kata atau ucapan tersebut diberi tanda (...).
Indirect speech adalah kata-kata yang keluar dari si pembicara dan diceritakan atau diucapkan kembali kepada seseorang.

a.     Direct speech: Eva said, “I am very lazy”.
 Eva berkata, “saya sangat malas”.
Indirect speech: Eva said that she was very lazy.
                            Eva berkata bahwa ia sangat malas.
b.    Direct speech: He says, “ you are beautiful”.
 Dia berkata, “kamu cantik”.
            Indirect speech: He says that I am beautiful.
                                        Dia berkata bahwa saya cantik.
c.    Direct speech: Hadi said, “I want to speak to you”.
  Hadi berkata, “saya mau berbicara dengan kamu”.
            Indirect speech: Hadi said that he wanted to speak to me.
Hadi berkata bahwa dia ingin berbicara dengan saya.
d.    Direct speech: He says, “I will go to Singapore”.
 Dia berkata, “saya akan pergi ke Singapura”.
            Indirect speech: He says that he will go to Singapore.
                                        Dia berkata bahwa dia akan pergi ke singapura.
e.     Direct speech: They said, “we bought a piano”.
Mereka berkata, “kami membeli sebuah piano”.
            Indirect speech: They said that they had bought a piano.
                                        Mereka berkata bahwa mereka telah membeli sebuah piano.
f.     Direct speech: Rino said, “I study here”.
 Rino berkata, “saya belajar disini”.
            Indirect speech: Rino said that he studied there.
                                        Rino berkata bahwa dia belajar disana.
g.     Direct speech: She said, “get out”.
 Dia bilang, “keluar”.
            Indirect speech: She told me to get out.
                                        Dia bilang kepada saya untuk keluar.
h.    Direct speech: “don’t do it again!” he asked.
 “jangan lakukan lagi!” dia bilang.
            Indirect speech: He asked me not to do it again.
                                        Dia bilang kepada saya jangan lakukan lagi.
i.      Direct speech: “what is your job?” he asked.
                          “apa pekerjaan anda?” tanyanya.
Indirect speech: He asked me what my job was.
                            Dia bertanya kepada saya apa pekerjaan saya.
j.      Direct speech: “can you answer the question?” he asked.
“dapatkah anda menjawab pertanyaan itu?” tanyanya.
            Indirect speech: He asked me if i could answer the question.
Dia bertanya kepada saya apakah saya dapat menjawab pertanyaan itu.

Thursday, 1 March 2012

CATATAN-CATATAN BUDAYA NEGARA KOREA

a.    Saat menyebut nama seseorang adalah sopan jika diakhir nama digunakan sebutan ~(ssi) yang dapat berarti tuan, nyonya, atau nona. Nama orang korea biasanya terdiri atas tiga suku kata. Suku kata pertama adalah nama keluarga dan dua suku kata berikutnya adalah nama mereka. Nama keluarga terumum di Korea Selatan adalah (kim), (lee), dan (park).
b.    Bangsa Korea memiliki perhitungan sendiri dalam menentukan jumlah usia seseorang. Cara menghitung usia orang Korea adalah tahun sekarang dikurangi tahun lahir, kemudian dtambah 1 tahun. Hal ini dikarenakan orang Korea menganggap bahwa ketika seseorang berada dalam kandungan ibunya, berarti orang tersebut telah hidup selama satu tahun.
c.    Di Korea, orang yang lebih tua memanggil orang yang lebih muda biasanya menambahkan partikel ~ (ya), ~ (a), atau ~ (i) pada nama panggilannya. Sedangkan dalam percakapan yang dilakukan antara suami-istri akan sering ditemukan kata 여보 (yeobo).
d.   Di Korea ada perbedaan gender dalam memanggil ‘kakak’ , seperti 누나 (nuna), 언니 (eonni), (hyeong), dan  빠오 (oppa). Adik perempuan memanggil kakak perempuan dengan sebutan언니 (eonni), sedangkan adik laki-laki memanggil kakak perempuan dengan sebutan누나 (nuna). Adik perempuan memanggil kakak laki-laki dengan sebutan빠오 (oppa) dan adik laki-laki memanggil kakak laki-laki dengan sebutan (hyeong).
e.    Sistem pendidikan di Korea hampir sama dengan di Indonesia, yakni SD berlangsung selama 6 tahun, SMP dan SMA selama 3 tahun, dan perguruan tinggi untuk sarjana (S1) selama 4 tahun.
f.    Negara Korea memiliki alat transportasi, 지하촐 (jihachol) yaitu kereta bawah tanah/ yang disebut juga dengan subway. Kereta ini memiliki 8 jalur lintasan di Korea dan sebagian besar melintas di Seoul, ibukota Korea Selatan.
g.    Ada beberapa table manner yang berlaku di Korea, khususnya saat sedang makan dengan orang yang lebih tua. Antara lain, kita tidak boleh makan, mengambilkan makanan, dan menyuapkan suapan pertama ke mulut sebelum orang yang lebih tua melakukannya. Bahkan, ketika selesai makan pun, kita tidak boleh berdiri duluan sebelum orang yang lebih tua. Begitu pula saat minum, kita harus memiringkan tubuh ke arah samping alias gestur tubuh tidak berhadapan langsung dengan orang yang lebih tua.
h.    Di Korea, bioskop menjadi tempat kencan favorit bagi pasangan muda. Tak heran jika bioskop-bioskop di Seoul menjual tiket nonton dengan harga yang cukup mahal, yakni sekitar 10.000 won (만원) atau sekitar Rp 100.000,-.
i.     Taekwondo adalah olahraga asli Korea Selatan, dimana olahraga ini lebih mengaktifkan seluruh bagian tubuh, terutama kedua tangan dan kaki. Taekwondo tidak hanya mampu meningkatkan stamina tubuh, tetapi juga mampu mengolah karakter melalui latihan fisik dan mental ditambah dengan teknik-teknik pengembangan kedisplinan.   


*dikutip dari buku “percakapan sehari-hari dalam Bahasa Korea unruk pemula” . penulis: Alvin Herlia Pranadi, Asti Ningsih, Presilia Prihastuti
Penerbit: transmedia

MITOS, KEPUASAAN, DAN KETIDAKPUASAAN TEHADAPNYA


Secara garis besar ada perbedaan yang penting tentang pola berpikir orang-orang pada zaman Babylonia dengan orang pada zaman Yunani. Pengetahuan hasil pemikiran orang-orang Babylonia didasarkan atas pengamatan, pengalaman, dan pemikiran yang serba terbatas kemudian dilengkapi dan disempurnakan dengan mitos. Adapun hasil-hasil pemikiran orang-orang Yunani sedikit lebih maju yaitu kecuali pengamatan yang lebih sempurna dengan ditemukannnya teropong-teropong bintang, juga didasarkan pemikiran rasional atau akal sehatnya. Metodenya disebut metode deduksi yaitu mengambil kesimpulan dari yang umum menuju kepada yang khusus.
Pengetahuan ajaran orang-orang yunani itu disebut philosophia atau “cinta pengetahuan” atau “rasa ingin tahu”. Buku pelengkap yang merupakan ensiklopedia pengetahuan tersebut diatas ditulis oleh Aristoteles. Buku itu diberi nama “metaphysica”.
Deretan pemikir Yunani dari Thales sampai Ptolomeus mempunyai kesamaan pendapat bahwa: bumi adalah pusat jagad raya, pandangan ini disebut geosentris. Tentang bumi itu sendiri pandangan mereka mengalami perkembangan yaitu dari bumi itu datar (Babylonia) lalu bumi itu seperti piring mengapung (Thales) di atas air, sampai bumi itu bulat (Phytagoras, Aristoteles, Dan Ptolomeus).
Peubahan pola berpikir terjadi pula pada adanya unsur dasar atau elemen dasar. Pada zaman Babylonia orang menganggap semua benda diciptakan oleh dewa-dewa seperti apa adanya. Pada zaman Yunani orang berpendapat bahwa benda itu tidak begitu saja terbentuk. Semua benda terjadi dari unsur dasar yang sederhana dan berbentuk benda yang beraneka ragam melalui suatu proses.
Adanya unsur dasar juga berkembang dari suatu zat tunggal yaitu udara yang dapat berubah bentuk menjadi tiga yaitu air, api, dan tanah (Aneximenes) berkembang menjadi empat yaitu tanah, air, udara, dan api yang dapat mengadakan transmutasi yang disebabkan oleh panas, dingin, kering, dan lembab (Phythagoras dan Aristoteles).
Akhirnya Copernicus, Kepler,  dan Galileo merupakan pelopor-pelopor ilmu pengetahuan modern dengan metode induksinya. Dengan kesempurnaan alat teropongnya mereka menolak ajaran-ajaran Aristoteles tentang geosentrisme dan sebagainya. Mereka beranggapan matahari sebagai pusat sistem tata surya (heliosentrisme). Penemuan-penemuan mereka antara lain bahwa:
·         Bulan mengelilingi bumi dan bersama bumi mengelilingi matahari
·         Bumi beserta planet-planet lain beredar mengelilingi matahari melalui garis edar berbentuk elips
·         Matahari salah satu bintang “MILKY WAY” (bima sakti) yang anggotanya bermilyar bintang
·         Jagad raya ini tak terbatas

PERKEMBANGAN ALAM PIKIRAN MANUSIA


Ilmu pengetahuan itu bermula dari  rasa ingin tahu. Hewan juga mempunya “rasa ingin tahu” akan tetapi tak berkembang atau disebut “idle curiosity” atau “instinct”. Segala aktivitasnya didorong oleh instink itu dengan tujuan untuk melestarikan hidupnya. Untuk itulah mereka mencari makan, melindungi diri, dan berkembang biak.
Sedangkan manusia mempunyai rasa ingin tahu yang berkembang. Akumulasi dari segala yang mereka dapat dari usahanya mendapatkan jawaban dari keingintahuannya itu merupakan “pengetahuan”nya. Pengetahuan manusia selalu berkembang. Ia selalu tidak puas dengan fakta tetapi ingin tahu juga tentang “bagaimana” dan “mengapa” demikian.
Manusia menjawab pertanyaan-pertanyaannnya sendiri melalui pengamatan dan pemikirannnya. Karena keterbatasan alat pengamat yang mereka buat dan didorong oleh rasa ingin tahunya, maka timbullah “mitos”, seperti mitos tentang raksasa yang menelan bulan dan sebagainya. Cerita-cerita yang dibuat berdasarkan mitos ini disebut “legenda”. Mitos dan legenda dapat diterima masyarakat pada masa itu karena merupakan jawaban untuk memenuhi hasrat ingin tahu.

Saturday, 31 December 2011

mimpi

ketika merasa takut aku menutup mata
aku gemetar dan ketakutan
seperti seekor anak burung yang akan jatuh dan tidak bisa terbang kembali
tapi aku punya keyakinan
aku akan berjalan selangkah demi selangkah
dan aku pasti bisa membuat mimpi menjadi nyata
aku yakin akan terbang tinggi
akan terbang ke tempat tinggi
meraih satu mimpi dan tidak menyerah
pasti aku bisa
karena aku percaya-Nya dan takdir baik akan menghampiriku