Exercise 21: Conditional Sentence (Page 97) Exercise 22: Used To (Page 99)
1. were understood 1. eating
2. would not have been 2. eat
3. can give 3. swim
4. would have told 4. like
5. would have been 5. speaking
6. had 6. studying
7. could stop 7. dance
8. needed help 8. sleeping
9. would have found 9. eating
10. enjoyed 10. eating
11. paint
12. were Exercise 23: Would Rather (101)
13. write
14. could have 1. stay
15. were spending 2. have stayed
16. will accept 3. work
17. buy 4. study
18. had decided 5. not study
19. would have written 6. have
20. leaks 7. have stood
21. had studied 8. not cook
22. has hear 9. had not arrived
23. see 10. have slept
24. gets
25. have turn Exerc.. 24: Must/ Should + Perfective (Pg. 105)
26, were
27. would have called 1. should have had
28. would have talked 2. must have been
29. explained 3. must have damaged
30. spoked 4. must not have parked
5. must have studied
6. should have studied
7. must have been
8. should have deposited
9. must have forgotten
10. must not have studied
Exercise 25: Modals + Perfective (Page 105)
1. I would
2. would have gone
3. may have had
4. should have done
5. must have forgotten
6. may have slept
7. might have had
8. could have lost
9. should not have driven
10. may have run
Friday, 13 March 2015
Sunday, 12 October 2014
Proses Pengambilan Keputusan
Kelompok 1
4EA01
Masalah harus didefinisikan dengan jelas, sehingga perbedaan antara masalah dan bukan masalah (misalnya issu) menjadi jelas.
Contoh kasus :
4EA01
- Arindasari
- Elin Hartati
- Lia Kurniawati
- Ridha Raudah H
- Rissa Rismayanti
Proses Pengambilan Keputusan
Proses pengambilan keputusan merupakan tahap-tahap yang harus dilalui atau digunakan untuk membuat keputusan. Secara garis besar pengambilan keputusan terdiri dari tiga tahap, yaitu :
- Penemuan masalah
Masalah harus didefinisikan dengan jelas, sehingga perbedaan antara masalah dan bukan masalah (misalnya issu) menjadi jelas.
- Pemecahan masalah
Pada tahap ini dimana masalah yang sudah ada atau sudah jelas itu kemudian diselesaikan. Langkah-langkah yang diambil adalah :
- Identifikasi alternatif-alternatif untuk memecahkan masalah.
- Identifikasi faktor-faktor yang tidak diketahui sebelumnya atau diluar jangkauan manusia, identifikasi peristiwa-peristiwa dimasa datang (state of nature)
- Pembuatan alat (sarana) untuk mengevaluasi atau mengukur hasil, biasanya berbentuk tabel hasil (pay off table).
- Pemilihan dan pengguanaan model pengambilan keputusan.
- Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan ini berdasarkan keadaan lingkungan atau kondisi yang ada, yaitu pasti, tidak pasti, resiko, dan konflik.
Menurut Herbert A. Simon, proses pengambilan keputusan dibagi menjadi 3 fase, yaitu:
- Fase Intelegensia
Fase ini merupakan fase penelusuran informasi untuk keadaan yang memungkinkan dalam rangka pengambilan keputusan. Data dan informasi diperoleh, diproses, dan diuji untuk mencari bukti-bukti yang dapat di identifikasi.
- Fase Desain
Fase ini merupakan fase pencarian atau penemuan, pengembangan serta analisis kemungkinan suatu tindakan. Pada fase ini kegiatan yang dilakukan adalah perancangan dalam pengambilan keputusan. Fase ini terdiri dari :
Identifikasi masalah
Formulasi masalah
- Fase Pemilihan
Fase ini merupakan fase seleksi alternatif atau tindakan yang dilakukan dari alternatif-alternatif tersebut. Alternatif yang dipilih kemudian diputuskan. Hasil keputusan kemudian di implementasikan dalam proses pengambilan keputusan.
Menurut Ricahard I. Levin, dkk., proses pengambilan keputusan terdiri atas 6 tahap, yaitu :
- Observasi
Observasi merupakan aktivitas kunjungan lapangan, konferensi, observasi, dan riset yang dapat menjadi informasi dan data penunjang.
Analisis dan Pengenalan Masalah
Tahap ini merupakan aktivitas penentuan penggunaan, penentuan tujuan, dan penentuan batasan-batasan yang dapat menjadi pedoman atau petunjuk yang jelas untuk mencari pemecahan yang dibutuhkan.
- Pengembangan Model
Pengembangan model merupakan aktivitas peralatan pengambilan keputusan antar hubungan model matematik, riset yang dapat menjadi model yang berfungsi dibawah batasan lingkungan yang telah ditetapkan.
- Memilih Data Masukan yang Sesuai
Dalam tahap ini merupakan data internal dan eksternal, kenyataan, pendapat, serta data bank komputer yang dapat menjadi input yang memadai untuk mengerjakan dan mengetes model yang digunakan.
Perumusan dan Pengetesan yang dapat dipertanggung jawabkan.
Dalam tahap ini berupa pengetesan, batasan, dan pembuktian yang dapat menjadi pemecahan yang membantu pencapaian tujuan.
- Penerapan Pemecahan
Dalam penerapan pemecahan yang dimaksud berupa pembahasan perilaku, pelontaran ide, melibatkan manajemen serta penjelasan yang dapat menjadi pemahaman manajemen untuk menunjang model operasi dalam jangka yang lebih panjang.
Menurut Sir Francis Bacon, proses pengambilan keputusan terdiri dari 6 tahap, yaitu:
- Merumuskan atau mengidentgifikasi masalah
- Pengumpulan informasi
- Mencari alternatif tindakan
- Analisis alternatif
- Memilih alternatif terbaik
- Melaksanakan keputusan dan evaluasi hasil
Contoh kasus :
Keputusan yang diambil dalam kasus pemilihan lampu LED sebagai salah 1 alternatif dalam menciptakan keindahan kota serta mengurangi krisis listrik yang terjadi di indonesia. Dalam pengambilan keputusan, lampu led dipilih sebagai lampu penerangan jalan untuk mengurang pemakaian listrik di indonesia memerlukan pendekatan dan pengambilan keputusan yang berbeda-beda. Pengambilan keputusan merupakan ilmu karena aktivitas tersebut memiliki sejumlah cara, metode atau pendekatan tertentu yang bersifat sistematis, teratur dan terarah. Pendekatan atau langkah-langkah pengambilan keputusan dikatakan sistematis apabila setiap tahapan atau langkah yang akan diambil dapat dilihat dengan jelas dalam menjawab suatu masalah. Ilmu pengambilan keputusan didasarkan atas penerapan gaya pemikiran yang dianut oleh seseorang dan persepsinya atas lingkungan dan masalah. Ketidakpastian dan peluang terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan mendorong kita untuk mencari, mengumpulkan dan mengolah informasi menjadi data yang dapat dipakai sebagai panduan dalam menentukan keputusan. Dengan demikian informasi merupakan kata kunci yang mendorong manusia, manajer dalam melakukan tindakan dan menetapkan keputusan guna mencapai tujuan. Informasi menjadi bahan baku yang harus diolah lebih lanjut melalui serangkaian teknik, metode, alat ukur. Hasil pengolahan tersebut dipakai sebagai masukan bagi pengambilan keputusan.
Di indonesia para kepala daerah tidak terlalu memikirkan hal kecil, namun hal kecil tersebut yang akan menimbulkan masaah baru yang lebih besar. Di indonesia krisis listrik sering terjadi tak hayal pemerintah berutang ke luar nergi atau menghabiskan pengeluaran negara untuk subsidi listrik. Lampu salah satu penyebab pemborosan listrik sehingga PT PLN membuat program “ pembagian lampu LED kepada masyarakat” dan serta beberapa kali program pematian lampu secara bergilir. Semua program yang dilakukan PT PLN semeta meta hanya untuk mengurangi pemakaian dan penghematan lisrik oleh masyarakat.
Berdasarkan pada contoh kasus diatas dapat dijabarkan sbb:
- Penemuan Masalah : Pemborosan listrik terutama pada penggunaan lampu
- Pemecahan Masalah : Memilih lampu yang hemat listrik, membuat program agar masyarakat bisa hemat dalam penggunaan listrik.
- Pengambilan Keputusan : pembagian lampu LED kepada masyarakat atau beberapa kali program pematian lampu secara bergilir
Contoh Kasus 2
Proses pengambilan keputusan kenaikan harga BBM oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Jika berbicara tentang BBM (bahan bakar minyak) yang mempengaruhi hajat hidup manusia banyak, tentunya proses pengambilan keputusan yang DPR lakukan akan sangat alot prosesnya, pengambilan keputusan harus melalui sidang paripurna dikarenakan pada rapat sebelumnya dengan badan anggaran (Banggar) tidak menemukan titik temu, ada beberapa alternatif yang mungkin di ambil oleh pihak yang pro maupun yang kontra antara lain kenaikan harga BBM karena subsidinya di kurangi atau kebijakan ekonomi dalam negeri atau fiskal.
Apapun keputusan yang akan di ambil DPR seharusnya mewakili kepentingan orang-orang yang akan terlibat atau terpengaruhi, jangan sampai keputusan yang di buat itu hanya mewakili kepentingan pribadi atau strategi organisasi tertentu.
Berdasarkan contoh kasus kedua dapat dijabarkan sbb:
- Penemuan masalah : Langkanya BBM dan Anggaran subsidi BBM yang terlalu besar
- Pemecahan masalah :
- Sidang paripurna.
- Mencoba untuk menaikan BBM untuk melihat reaksi masyarakat
- Setelah mencoba menaikan dan hasilnya membaik kemudian pemerintah memikirkan tahap selanjutnya. Apakah akan menaikan lagi atau mengurangi pasokan BBM bersubsidi
- Pengambilan keputusan :Pemerintah tidak akan mengurangi pasokan BBM karena BBM sangat dibutuhkan dan menyangkut hayat orang banyak sehingga pemerintah akan menaikkan harga BBM untuk mengurangi anggaran subsidi BBM.
Sunday, 8 June 2014
Dampak Mengkonsumsi Sayuran Organik
Sayuran organik adalah sayuran yang diproses secara
organik. Sistem organik adalah suatu sistem pertanian yang cara budidayanya
tanpa menggunakan pestisida ataupun pupuk buatan. Standar sayuran yang disebut
sebagai sayuran organik, yaitu jika 95%-100% diproduksi tanpa insektisida,
antibiotik, herbisida, pupuk kima, hormon pertumbuhan, dan sebagainya.
Manfaat terbesar dari sayuran organik adalah sayuran
organik mempunyai nilai gizi yang tinggi dan sayuran organik lebih ramah
lingkungan. Seperti yang diketahui, segala sesuatu yang alami akan memberikan
manfaat yang luar biasa bagi tubuh. Salah satunya adalah tidak membahayakan
tubuh manusia karena tidak adanya zat kimia.
Menurut para akademis, sayuran organik dapat memberikan dampak bagi tubuh diantaranya
adalah:
a. Mampu
menurunkan berat badan
b. Membuat
tubuh lebih sehat
c. Membuat
panjang umur
d. Meningkatkan
sistem kekebalan tubuh
e. Melindungi
tubuh dari radikal bebas yang dapat merusak sel
f. Memiliki
pengaruh yang baik untuk program melawan kanker payudara
g. Memperbaiki
kesehatan secara umum
h. Efektif
mendorong pembakaran lemak pada tubuh
Makanan organik (red: sayuran organik dan
buah-buahan organik) mengandung fenolat, tanin, flavanon, karotenoid, dan
resveratol yang berfungsi sebagai pembakar lemak dan dikatakan membantu
mencegah kanker, diabetes, dan penyakit jantung.
Sebuah studi membuktikan, bahwa makanan organik
mengandung 12% metabolit dan 6% vitamin C lebih tinggi. Selain bermanfaat bagi
kesehatan, sayuran dan buah organik juga ramah terhadap lingkungan dan dapat
membantu kelangsungan hidup binatang.
Kerangka Karangan
Tema: Sayuran Organik
Judul: Manfaat Mengkonsumsi Sayuran Organik
1. Pengertian
1.1.Pengertian
Organik
1.2.Pengertian
Sayuran Organik
2. Manfaat
Mengkonsumsi Sayuran Organik
2.1 Lebih Enak, Segar, dan Tidak
Cepat Busuk
2.2 Lebih Bergizi dan Sehat
2.3 Tidak Mengandung Zat Kimia yang
Berbahaya Bagi Tubuh Manusia
2.4 Menjaga
Kelestarian Lingkungan
3. Alasan
Mengkonsumsi Sayuran Organik
3.1 Sayuran Organik Tidak
Menggunakan Pupuk Buatan atau Kimia
3.2 Sayuran Organik Tidak
Menggunakan Pestisida Buatan atau Kimia
4. Dampak
Mengkonsumsi Sayuran Organik
4.1 Menurunkan Berat Badan
4.2 Membuat Tubuh Lebih Sehat
4.3 Panjang Umur
4.4 Memperbaiki Kesehatan
4.5 Mendorong Pembakaran Lemak pada
Tubuh
Sumber artikel:
healthylifefarm.webs.com
Kerangka Karangan
Tema: Sayuran Organik
Judul: Manfaat Mengkonsumsi Sayuran Organik
1. Pengertian
1.1.Pengertian
Organik
1.2.Pengertian
Sayuran Organik
2. Manfaat
Mengkonsumsi Sayuran Organik
2.1 Lebih Enak, Segar, dan Tidak
Cepat Busuk
2.2 Lebih Bergizi dan Sehat
2.3 Tidak Mengandung Zat Kimia yang
Berbahaya Bagi Tubuh Manusia
2.4 Menjaga
Kelestarian Lingkungan
3. Alasan
Mengkonsumsi Sayuran Organik
3.1 Sayuran Organik Tidak
Menggunakan Pupuk Buatan atau Kimia
3.2 Sayuran Organik Tidak
Menggunakan Pestisida Buatan atau Kimia
4. Dampak
Mengkonsumsi Sayuran Organik
4.1 Menurunkan Berat Badan
4.2 Membuat Tubuh Lebih Sehat
4.3 Panjang Umur
4.4 Memperbaiki Kesehatan
4.5 Mendorong Pembakaran Lemak pada
Tubuh
Sumber artikel:
healthylifefarm.webs.com
Petro Poroshenko, Miliuner yang Jadi Presiden
Jakarta - Presiden baru Ukraina Petro Poroshenko telah diambil sumpahnya di hadapan parlemen Ukraina pada Sabtu (7/6/2014) kemarin. Poroshenko memenangkan suara mayoritas dengan perolehan 54,7% suara dalam pemilu tanggal 25 Mei lalu.
Seperti dikutip dari AFP, Minggu (8/6/2014), selain sebagai orang nomor satu di Ukraina, Petro juga seorang miliuner. Pria berusia 48 tahun ini merupakan salah satu 10 orang terkaya di negerinya, dengan kekayaan ditaksir US$ 1,6 miliar atau 1,2 miliar Euro atau sekitar Rp 16 triliun berdasarkan majalah Forbes.
Pengusaha cokelat Baron ini memulai usahanya dari bisnis penjualan biji kakao (cokelat), kemudian juga masuk ke bisnis permen dengan merek Roshen, sebagai produsen permen raksasa di Eropa Timur dengan produksi 450.000 ton permen per tahun.
Seperti dikutip dari AFP, Minggu (8/6/2014), selain sebagai orang nomor satu di Ukraina, Petro juga seorang miliuner. Pria berusia 48 tahun ini merupakan salah satu 10 orang terkaya di negerinya, dengan kekayaan ditaksir US$ 1,6 miliar atau 1,2 miliar Euro atau sekitar Rp 16 triliun berdasarkan majalah Forbes.
Pengusaha cokelat Baron ini memulai usahanya dari bisnis penjualan biji kakao (cokelat), kemudian juga masuk ke bisnis permen dengan merek Roshen, sebagai produsen permen raksasa di Eropa Timur dengan produksi 450.000 ton permen per tahun.
Petro juga memiliki usaha pembuatan mobil dan bus, galangan kapal, jaringan TV. Pria yang lahir di kota kecil barat daya Bolgrad ini sempat menimba ilmu ekonomi di Kiev State University.
Kiprahnya di dunia politik dimulai pada tahun 1998 sebagai anggota parlemen pendukung setia Presiden Leonid Kuchma. Ia juga salah satu pendiri partai. Petro juga sempat ditunjuk sebagai menteri ekonomi di 2012.
Kiprahnya di dunia politik dimulai pada tahun 1998 sebagai anggota parlemen pendukung setia Presiden Leonid Kuchma. Ia juga salah satu pendiri partai. Petro juga sempat ditunjuk sebagai menteri ekonomi di 2012.
Sumber:http://m.detik.com/finance/read/2014/06/08/124645/2602308/4/petro-poroshenko-miliuner-yang-jadi-presiden
Pelumas Pertamina Semakin Dikagumi Konsumen Indonesia
Jakarta - Konsistensi dalam menjaga kepuasan konsumen baik dari segi layanan maupun kualitas produk serta terus tumbuhnya pangsa pasar pelumas Pertamina telah membuahkan pengakuan bagi PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan produsen pelumas yang paling dikagumi dengan predikat Excellence di Indonesia. Ini merupakan keempat kalinya Pertamina meraih penghargaan serupa, berturut-turut sejak tahun 2011.
Melalui anak perusahaannya PT Pertamina Lubricants, Pertamina, kini menguasai sekitar 62% pangsa pasar pelumas domestik dan menjadi satu-satunya perusahaan di dunia yang berhasil mengamankan pangsa pasar dominan di pasar domestik yang sudah tidak lagi monopoli sejak 2001. Tidak puas dengan hanya menjadi raja di negeri sendiri, Pertamina pun merambah pasar internasional. Sekitar 25% dari produk pelumas Pertamina kini telah menyapa konsumen di 23 negara di lima benua.
Melalui anak perusahaannya PT Pertamina Lubricants, Pertamina, kini menguasai sekitar 62% pangsa pasar pelumas domestik dan menjadi satu-satunya perusahaan di dunia yang berhasil mengamankan pangsa pasar dominan di pasar domestik yang sudah tidak lagi monopoli sejak 2001. Tidak puas dengan hanya menjadi raja di negeri sendiri, Pertamina pun merambah pasar internasional. Sekitar 25% dari produk pelumas Pertamina kini telah menyapa konsumen di 23 negara di lima benua.
”Penghargaan Indonesia’s Most Admired Companies yang diperoleh Pertamina untuk kategori pelumas ini membuktikan bahwa produk pelumas Pertamina semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Ini tentu saja menjadi semangat baru bagi Pertamina untuk lebih memacu kinerja tidak hanya di pasar domestik tetapi juga pasar global,” kata Direktur Operasi PTPertamina Lubricants Andria Nusa di sela-sela penganugerahan Indonesia’s Most Admired Companies dalam ajang Corporate Image Award 2014 di Jakarta, Selasa (3/6).
Setidaknya terdapat empat pilar yang menunjang pertumbuhan bisnis pelumas Pertamina, yaitu komitmen tinggi dalam menjaga kualitas produk seiring dengan tuntutan konsumen, perbaikan terus menerus terhadap pelayanan kepada konsumen, efisiensi biaya untuk meningkatkan daya saing melalui manajemen rantai distribusi yang excellence, dan keamanan pasokan. “Dengan keempat pilar tersebut dan dukungan masyarakat konsumen, kami yakin Pertamina Lubricants akan dapat mencapai target masuk ke dalam jajaran 20 perusahaan pelumas terbesar dunia pada 2015.”
Corporate Image Award 2014 merupakan hasil kerjasama Frontier Consulting Group dan TEMPO. Penentuan perusahaan pemenang di setiap kategori industri berdasarkan survey terhadap 2.735 responden. Ada empat kelompok responden yaitu manajemen/pelaku bisnis, stock holder/ investor, jurnalis dan masyarakat umum.
Setidaknya terdapat empat pilar yang menunjang pertumbuhan bisnis pelumas Pertamina, yaitu komitmen tinggi dalam menjaga kualitas produk seiring dengan tuntutan konsumen, perbaikan terus menerus terhadap pelayanan kepada konsumen, efisiensi biaya untuk meningkatkan daya saing melalui manajemen rantai distribusi yang excellence, dan keamanan pasokan. “Dengan keempat pilar tersebut dan dukungan masyarakat konsumen, kami yakin Pertamina Lubricants akan dapat mencapai target masuk ke dalam jajaran 20 perusahaan pelumas terbesar dunia pada 2015.”
Corporate Image Award 2014 merupakan hasil kerjasama Frontier Consulting Group dan TEMPO. Penentuan perusahaan pemenang di setiap kategori industri berdasarkan survey terhadap 2.735 responden. Ada empat kelompok responden yaitu manajemen/pelaku bisnis, stock holder/ investor, jurnalis dan masyarakat umum.
Periode survey dilaksanakan selama bulan Maret hingga April 2014. Ada empat aspek penilaian survey yaitu:quality, performance, responsibility danattractiveness. Aspek quality meliputi kualitas produk/jasa, orientasi pelanggan, inovasi dan tingkat kepercayaan pelanggan. Aspekperformance meliputi pertumbuhan perusahaan dan kinerja manajemen.
Sementara itu, tanggung jawab lingkungan dan sosial masuk ke dalam aspek responsibility. Sedangkan aspekattractiveness mencakup kualitas pegawai dan posisi perusahaan sebagai tempat bekerja yang dianggap ideal. Corporate Image Index (CII) diperoleh dari skor rata-rata keempat aspek tersebut.
Sementara itu, tanggung jawab lingkungan dan sosial masuk ke dalam aspek responsibility. Sedangkan aspekattractiveness mencakup kualitas pegawai dan posisi perusahaan sebagai tempat bekerja yang dianggap ideal. Corporate Image Index (CII) diperoleh dari skor rata-rata keempat aspek tersebut.
Sumber: http://m.detik.com/news/read/2014/06/07/085808/2601954/727/pelumas-pertamina-semakin-dikagumi-konsumen-indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)